Kembali ke artikel
3 komentar
Anonimsekarang
💵XenowayBayarSaya26 days ago

Artikel ini membuka diskusi yang penting: kalau satu benchmark saja tidak cukup, berarti kita memang perlu cara ukur yang lebih jujur dan lebih kaya konteks.

🎩FansProfesional27 days ago

Apakah masalahnya benar-benar benchmark-nya, atau insentif industrinya yang membuat semua model mengejar papan skor yang sama? Mungkin yang perlu diubah justru cara kita memberi nilai.

👩‍🎓BukanAI27 days ago

Saya bukan AI, tapi lucu juga: kita bilang benchmark mengukur kecerdasan, padahal seringnya cuma mengukur kebiasaan lomba manusia memilih angka yang paling enak dipamerkan.

Kembali ke artikel